Oleh: inoors | 5 Agustus 2009

Tentang Ilmu Waris (Faraidh 1)

A. PENDAHULUAN

timbangan_warnaIlmu Faroidh ( ilmu yang membahas tentang warisan ), merupakan salah satu disiplin ilmu syari’at yang sangat mulia, yang Allah sendiri berkenan menjelaskannya secara langsung dan jelas dalam Al –Qur’an Banyak nash hadits yang menganjurkan dan menjelaskan keutamaan mempelajari ilmu tersebut, dengan tujuan yang jelas yaitu agar hukum dan syari’at Allah tetap tegak, Nabi saw bersabda :

تعلموا الفرائض و علموها فانها نصف العلم و هو ينسي و هو أول شيء ينزع من أمتي

Artinya : “ pelajarilah ilmu Faroidh dan ajarkanlah, karena ilmu faroidh merupakan separuh ilmu dan ia akan dilupakan dan ia ilmu yang pertama kali dicabut dari umatku “ ( HR. Ibnu Majah dan Daru Quthni ) .

B. MA’NA FAROIDH

Faroidh adalah bentuk jamak dari kata faridhoh dan berasal dari kata al fardh yang artinya bagian atau jatah, sebagaimana hadits dari Ibnu ‘Abbas : ألحقوا

الفرائض بأهلها فما بقي فهو لأولي رجل ذكر

Artinya : “ Berikan warisan kepada yang berhak, jika masih tersisa maka harta itu untuk keluarga lelaki terdekat “ ( HR. Bukhori dan Muslim ) Sedangkan Ilmu Faroidh yang juga biasa disebut dengan ilmu Mawaariits atau ilmu Miraats, menurut pengertian syar’i ialah ilmu yang mempelajari tentang siapa yang berhak mewarisi dan siapa yang tidak berhak, serta bagian dari setiap ahli waris

C. BEBERAPA ISTILAH DALAM ILMU FAROIDH

Ada beberapa istilah penting yang sering dipakai dalam pembahasan ilmu Faroidh, diantaranya :

1. Fardh, bentuk jamaknya Furudh, yang artinya bagian atau jatah yang sudah ditetapkaan berdasarkan syari’at

2. Ash-haabul Furudh, yaitu golongan yang pertama kali/yang paling berhak mendapatkan bagian harta warisan. Merekalah fihak yang bagiannya telah ditentukan dalam Al-Qur’an, As-Sunah dan Ijma’

3. ‘Ashabah, adalah pewaris harta yang dalam Al-Qur’an tidak ditetapkan bagiannya secara khusus dengan jumlah tertentu. Dan mereka inilah fihak yang hanya menerima harta yang tersisa setelah harta waris dibagikan kepada Ash-haabul Furuudh

4. Waarits, yaitu ahli waris ialah setiap yang berhak menerima harta warisan, baik dari Ash-haabul Furuudh atau ‘Ashabah

5. Miraats, yaitu berpindahnya hak kepemilikan dari orang yang meninggal kepada ahli warisnya yang masih hidup

6. Tarikah, ialah segala sesuatu yang ditinggalkan pewaris ( muwarrits ) untuk ahli waris ( waarits ) berupa harta warisan ( mauruuts ), yang biasanya juga disebut dengan miraats atau turaats atau irth

7. Ashl, bentuk jamaknya ushuul, ialah bapak, ibu, kakek, nenek dan seterusnya ke atas

8. Far’, bentuk jamaknya furuu’, ialah anak dan kebawahnya

9. Hawaasyi, bentuk jamak dari haassyiyah, ialah cabang dari ashl, seperti saudara laki-laki atau saudara perempuan dari mayit atau anak saudaranya, atau paman dari fihak bapak dan putra-putra pamannya

10. Kalaalah, ialah mayit yang tidak mempunyai anak dan bapak

D. KEWAJIBAN YANG TERKAIT DENGAN TARIKAH/HARTA PENINGGALAN

Hak-hak yang harus ditunaikan terkait dengan harta peninggalan seorang yang meninggal adalah :

1. Biaya perawatan jenazah

2. Utang piutang

3. Wasiat, dengan batasan maksimal sepertiga

4. Warisan

 

 

 

(Ust. H. Agung Cahyadi, MA.)


Responses

  1. Assalamu’alaikum, afwan ana mengkopi masalah faraid, semoga Allah swt menilai ini amal ilmu yng bermanfaat bagi antum.

  2. Tafadhol, semoga bermanfaat! Jazakumullah!

  3. bagus banget penjelasannya tapi bisaga kalo contoh kasusnya ada.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: