Oleh: inoors | 14 Juli 2009

Do’a Mohon Keturunan Yang Baik

Rabbi la tadzarnii fardan wa anta khairul waritsin

Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, dan Engkaulah Waris yang paling baik“.

Al Qur’an mengisahkan, bahwa do’a di atas diantaranya dipanjatkan oleh sujud-ibuNabi Zakaria ‘Alaihis Salam pada usianya yang lanjut. Ketika tulang-tulangnya telah rapuh dan rambutnya semakin memutih, Zakaria memanjatkan do’a kepada Allah untuk mendapatkan keturunan, sehingga merasa khawatir tidak akan ada yang meneruskan perjuangan dakwahnya.

Di sisi lain ia merasa pesimis atas terkabulnya do’a yang dipanjatkan, mengingat usianya telah udzur. Maka kemudian ia mengatakan : “Dan Engkaulah Waris yang paling baik”. Sebagai ungkapan pasrah kepada Allah bilamana do’anya tidak dikabulkan. Penyerahan seperti ini adalah bagian dari etika berdo’a yang selalu dilakukan oleh para Nabi, sehingga kemudian do’anya dikabulkan Allah.

Allah Maha Tahu atas keprihatinan hamba-Nya. Lalu do’a Zakaria pun dikabulkan. “Maka kemudian Kami mengabulkan do’a Zakaria, dan Kami anugerahkan kepadanya seorang anak bernama Yahya, dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam mengerjakan perbuatan perbuatan yang baik. Dan mereka berdo’a kepada Kami dengan harap dan cemas, serta mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami“. (QS. Al Anbiya’ : 90)

Nabi Zakaria senantiasa memanjatkan do’a kepada Allah untuk mendapatkan keturunan yang baik sebagai pelanjut perjuangannya. Disamping membaca do’a di atas Nabi Zakaria juga memanjatkan do’a :

Rabbi hablii min ladunka dzurriyatan thayyibatan innaka sami’ud du’a-i.

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar do’a”. (QS. Ali Imran : 38).

Allah pun kemudian mengabulkan do’a Zakaria, sedang ia tengah berdiri shalat di Mihrab. “Sungguh Allah telah memberikan khabar gembira kepadamu dengan kelahiran seorang putera bernama Yahya, yang membenarkan kalimat yang datang dari Allah, menjadi ikutan menahan diri dari pengaruh hawa nafsu, dan seorang Nabi dari keturunan orang-orang shaleh“.

Lalu Zakaria berikata : “Ya Tuhanku, bagaimana aku bias mendapatkan anak sedangkan aku sudah sangat tua dan istriku pun seorang yang mandul?“. Allah berfirman : “Demikianlah, allah berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya“. Zakaria berkata : “Berilah aku suatu tanda bahwa istriku telah mengandung“. Allah berfirman : “Tandanya adalah kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah nama Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari“. (QS. Ali Imran : 39-40).

Do’a di atas baik sekali dibaca oleh orang yang lama belum dikaruniai anak, agar segera mendapatkannya. Dan tidak kalah baiknya pula dibaca oleh setiap muslim agar mendapatkan keturunan yang shaleh.


Responses

  1. bagus banget< aku suka

  2. Ya Allah pemilik Zat yang Maha Baik…Kabulkanlah doaku seperti Engkau mengabulkan doa nabi Zakaria…Amin YRA

  3. Ya Allah…yang Maha Kuasa. kabulkan doa hamba yang ingin mempunyai keturunan, seperti ENGKAU mengabulkan doa nabi Zakaria, Amin…

  4. Subhanallah..jazakallah..terima kasih sudah berbagi..boleh saya share?

  5. Tafadhol, Jazakillah atas kunjungannya.

  6. ya Allah…ya rabb yang Maha Kuasa. kabulkan doa hamba mu ini yang ingin mempunyai keturunan, seperti ENGKAU mengabulkan doa nabi Zakaria, Amin…

  7. robbi hamblii min ladunka dzuriyatan thayibatan innaka sami’ud du’a, ya ALLOH kabulkan doa hambamu ini…amin….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: