Oleh: inoors | 14 Januari 2009

Lepasnya Ikatan Pernikahan Dengan Tebusan (Thalaq, Hukum dan Konsekuensinya 4)

E. KHULU’ (Lepasnya Ikatan Pernikahan Dengan Tebusan)

  • Khulu’secara bahasa berarti melepas, dari kata “ khal-utsaubitali-putusyang berarti melepas pakaian, karena wanita adalah pakaian suami dan demikian juga sebaliknya

  • Khulu’juga disebut tebusan, karena wanita yang mengajukan khulu’ berarti menebus dirinya dengan sesuatu yang diberikan kepada suaminya agar ia (suaminya) menceraikannya
  • Dan menurut pengertian syar’inya, “ khulu’ berarti lepasnya ikatan pernikahan dengan tebusan

Islam membolehkan kepada seorang wanita untuk memutuskan ikatan pernikahan dengan jalan khulu’ dengan kewajiban untuk memberikan kembali kepada suaminya mahar yang diterimanya, berdasarkan firman Allah :

Artinya : “ Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang Telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, Maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, Maka janganlah kamu melanggarnya. barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka Itulah orang-orang yang zalim“ ( QS. 2 : 229 )

1. Iwadh / tebusan atau pengganti dalam khulu’

a. Mayoritas Ulama berpendapat, bahwa iwadh khulu’ boleh berupa maskawin atau sebagian dari maskawin atau dengan barang lainnya, baik jumlahnya lebih sedikit atau lebih banyak dari jumlah maskawin, baik dengan tunai atau dengan cara diangsur, berdasarkan makna umum ayat berikut :

Artinya : “ Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, Maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya. ( QS. 2 : 229 )

b. Sebagian Ulama berpendapat, bahwa suami tidak dibenarkan meminta lebih banyak dari yang pernah diberikan kepada istrinya, berdasarkan sabda Rasulullah saw kepada istri Abu Zubair ( istri Tsabit bin Qois ), ketika meminta cerai :

أتردين عليه حديقته التي أعطاك ؟ قالت : نعم و زيادة ؟ فقال صلي الله عليه و سلم : أما الزيادة فلا و لكن حديقته قلت : نعم

Artinya : Apakah engkau bersedia mengembalikan kebun yang diberikannya kepadamu ? ia menjawab : ya, dan harus lebih ? Nabi saw bersabda : tambahannya tidak perlu, tetapi kebunnya saja, wanita tersebut menjawab : ya ( HR. Daruquthny )

2. Khulu’ tanpa alasan syar’i :

Sebagaimana thalaq, khulu’ juga tidak dibenarkan jika tidak ada alasan syar’i, berdasarkan sabda Rasulullah saw :

أيما امرأة سألت زوجها الطلاق من غير بأس فحرام عليها رائحة الجنة

Artinya : “ Jika seorang wanita meminta thalaq kepada suaminya dengan tanpa ada alasan (syar’i ), maka haram baginya bahu surga “ ( Hr. Imam Khomsah kecuali Nasaii )

Demikian juga tidak diperkenankan untuk merekayasa khulu’, misalnya seorang suami dengan sengaja menyakiti istrinya dengan maksud agar istrinya meminta khulu’, Allah berfirman :

Artinya : Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu Telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. dan mereka (istri-istrimu) Telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat. ( QS. 4 : 20 )

3. Khulu’ diwaktu haidh

Khulu’ tidak terikat dengan waktu tertentu, untuk itu boleh dilakukan diwaktu suci atau haidh, hal ini berbeda dengan thalaq yang diharamkan untuk dilakukan diwaktu haidh. Yang demikian itu dimaksudkan agar suami tidak mengulur-ulur waktu ‘iddah, sedangkan khulu’ adalah permintaan istri, yang dengan demikian dapat diartikan ia (istri ) siap untuk menjalankan waktu ‘iddah dengan waktu yang lama.

4. Khulu’ : thalaq atau fasakh ?

a. Hanafiyah, Malikiyah dan Syafi’iyah : khulu’ adalah thalaq bain

b. Ahmad bin Hanbal, Ibnu Abbas, Utsman bin Affan dan Ibnu Umar : khulu’ adalah fasakh

Ibnu Qoyyim mengatakan : Dalil yang menunjukkan bahwa khulu’ bukan thalaq, adalah bahwa Allah menetapkan adanya dua akibat hukum dari thalaq yang terjadi setelah adanya hubungan suami istri dan sebelum terjadi tiga kali thalaq. Dan dua hukum tersebut bertentangan dengan akibat hukum khulu’, yaitu :

a. Suami berhak meruju’ istrinya selama dalam masa ‘iddah, sementara dalam khulu’suami tidak boleh untuk meruju’ istrinya dalam masa ‘iddah

b. Iddahnya thalaq adalah tiga quru’, sementara ‘iddahnya khulu’ adalah satu kali haidh, sebagaimana sabda Rasululah saw kepada Tsabit bin Qois ketika istrinya meminta khulu’ :

خذي الذي عليك و خل سبيلها، قال : نعم فأمرها الرسول صلي الله عليه و سلم أن تعتد بحيضة واحدة و تلحق بأهلها

Artinya : Ambilah yang kamu berikan kepadanya dan lepaskanlah jalannya, Tsabit menjawab : Ya, kemudian Rasulullah saw memerintahkan istri Tsabit agar ber-‘iddah dengan satu kali haidh, kemudian kembali kepada keluarganya ( HR. Nasai )

Akibat dari perbedaan pendapat tersebut, maka jika seorang suami telah men-thalaq istrinya dua kali, kemudian meng-khulu’nya, maka :

a. Bagi yang mengangap khulu’ itu thalaq, maka berarti telah jatuh thalaq tiga, yang berarti suami tidak lagi halal untuk meruju’ kembali istrinya tersebut, kecuali wanita tersebut menikah dengan laki-laki lain kemudian diceraikan

b. Bagi yang menganggap khulu’ itu fasakh, maka suami tersebut berhak untuk meruju’ istrinya, meskipun wanita tersebut belum menikah lagi dengan laki-laki lain, apabila sudah habis masa ‘iddahnya

Ditulis Oleh : Ust. H. Agung
Cahyadi, MA. (Materi
dalam program Islamic Short Course Menengah, Pusda YDSF 2008)


Responses

  1. Menangis saya membacanya dan takut menikah jadinya…

    jika cinta bisa pudar lalu mengapa menikah yah?

    *menjadi serpihan*

  2. Terimakasih, baca dulu yang lainnya, Insya Allah tidak akan takut, karena yang Mbak Rindu baca langsung pada bab Perceraian. Memang artikel tersebut berada dalam kajian hukum / fiqih. Selamat belajar ya…!

  3. thanks artikelnya….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: