Oleh: inoors | 3 September 2008

Cinta Dan Kasih Sayang

URGENSI

love· “Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir,yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela…” (QS. Al-Maa-idah [5]: 54).

· “Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir,tetapi berkasih sayang di antara mereka,…” (QS. Al-Fath [48]: 29).

· “Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar, serta saling berpesan untuk berkasih sayang” (QS. Al-Balad [90]: 17).

· “Buhul iman yang paling kuat ialah (memiliki) loyalitas karena Allah dan (melakukan) permusuhan karena Allah, cinta karena Allah dan benci karena Allah”. (HR At-Thabrani dalam Al-Kabiir : Lihat Shahihul Jaami’ 2 / 343 hal. 2536)

· “Barangsiapa mencintai karena Allah dan membenci karena Allah, memberi karena Allah dan menolak karena Allah, maka sungguh telah sempurna imannya”. (HR Ahmad, At-Turmudzi, dan Abu Dawud)

· ”Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dibawah naungan-Nya pada suatu hari dimana tidak ada naungan sama sekali kecuali naungan-Nya : (diantaranya) dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena-Nya, dan berpisah karena-Nya pula”. (HR Muttafaq ’Alaih).

· ”Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hubungan saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi di antara mereka, adalah ibarat satu tubuh, dimana jika satu anggotanya sakit, maka seluruh bagian tubuhpun ikut terjaga dan merasa demam (karenanya)” (HR. Muttafaq ’alaih).

BENTUK-BENTUK CINTA DAN KASIH SAYANG

1. Cinta dan Kasih Sayang Allah Terhadap hamba-Nya

Ø ”Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”(QS.Al-Fatihah[1]: 1).

Ø ”…Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya” (QS. Ali ’Imraan [3]: 30).

2. Cinta dan Kasih Sayang Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam Terhadap Ummatnya

Ø ”Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin” (QS. At-Taubah [9]: 128).

Ø Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau berkata: Sungguh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam sering (terpaksa) meninggalkan suatu amal, padahal sebenarnya beliau sangat ingin melakukannya, hanya karena khawatir diikuti oleh sahabatnya sehingga menjadi wajib atas mereka. (HR. Muttafaq ’alaih).

3. Cinta Terhadap Allah Ta’ala

Ø ”Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tuhan-tuhan tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman itu sangat besar cintanya kepada Allah…” (QS. Al-Baqarah [2]: 165).

Ø ”Katakanlah: ”Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Ali ’Imraan [3]: 31).

4. Cinta Terhadap Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam

Ø ”Ada tiga perkara yang jika salah seorang kalian menetapinya akan mendapatkan manisnya iman : 1) bahwa Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, 2) bahwa ia mencintai seseorang yang ia tidak mencintainya kecuali karena Allah, 3) bahwa ia benci kembali kepada kekafiran sesudah diselamatkan oleh Allah darinya sebagaimana ia benci dilemparkan kedalam api neraka”. (HR Muttafaq ’Alaih).

5. Cinta dan Kasih Sayang Terhadap Sesama Ummat Islam

Ø ”Sesungguhnya orang-orang adalah bersaudara. Maka damaikanlah di antara kedua saudaramu, dan bertaqwakah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat” (QS. Al-Hujuraat [49]: 10).

Ø ”Tidaklah sempurna iman salah seorang di antara kamu hingga ia mencintai untuk saudaranya apa-apa yang ia mencintai untuk dirinya sendiri”. (HR Muttafaq ’Alaih).

Ø Dari Jarir radhiyallahu ’anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam telah membaiatnya (sebagai berikut) : ’Hendaknya engkau memberi nasihat kepada setiap muslim dan berlepas tangan dari orang kafir’. (HR Ahmad dalam Al-Musnad 4 / 357 – 358).

6. Cinta dan Kasih Sayang Terhadap Kedua Orang Tua

Ø ”Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik (berbakti) pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika saalah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ”ah”, dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah (doa): ”Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil”. (QS. Al-Israa’ [17]: 23-24).

Ø Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ’anhu, beliau berkata: Seseoprang datang kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam dan bertanya: Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baikku? Beliau menjawab: ”Ibumu”. Orang itu bertanya lagi: Lalu siapa? Beliau menjawab: ”Ibumu”. Orang itu masih bertanya lagi: Lalu siapa? Beliau masih menjawab: ”Ibumu”. Orang itu bertanya sekali lagi: Lalu siapa? Beliau baru menjawab: ”Bapakmu”. (HR. Muttafaq ’alaih).

7. Cinta dan Kasih Sayang Terhadap Anak

Ø Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, beliau berkata: Nabi shallallahu ’alaihi wasallam mencium Al-Hasan bin ’Ali radhiyallahu ’anhuma, dan di dekat beliau ada Al-Aqra’ bin Haabis, lalu Al-Aqra’ berkata: Sungguh aku punya sepuluh orang anak, tetapi belum pernah aku mencium seorangpun di antara mereka. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam memandangnya seraya bersabda: ”Barangsiapa tidak mengasihi, tidak akan dikasihi” (HR. Muttafaq ’alaih).

8. Cinta dan Kasih Sayang Antar Suami-Istri

Ø ”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari bagian dirimu sendiri, supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar-Ruum [30]: 21).

Ø ”Kaum laki-laki (para suami) itu penanggung jawab bagi kaum perempuan (para istri), oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menfkahkan sebahagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada…” (QS. An-Nisaa’ [4]: 34).

9. Cinta dan Kasih Sayang Antar Sesama Manusia

Ø ”Barangsiapa tidak mengasihi sesama manusia, maka Allah tidak akan mengasihinya” (HR. Muttafaq ’alaih).

10. Menyayangi Semua Makhluk Allah

Ø ”Pada suatu saat ada seorang laki-laki yang berjalan dalam keadaan sangat kehausan, lalu ia masuk ke dalam sebuah sumur dan minum airnya lalu keluar. Tiba-tiba ia mendapati seekor anjing yang menjulur-julurkan lidahnya karena kehausan juga. Laki-laki itu berkata: Sungguh anjing ini telah mengalami (kehausan) seperti yang aku alami (tadi). Maka iapun memenuhi sepatunya dengan air sumur dengan cara menggigitnya dengan mulutnya, lalu ia keluar sumur dan memberi minum kepada anjing tersebut. Allahpun berterima kasih kepadanya dan mengampuni seluruh dosanya”. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita dapat pahala karena menolong binatang? Beliau menjawab: ”Pada setiap makhluk hidup ada pahalanya” (HR. Al-Bukhari).

Ø ”Ada seorang wanita yang diadzab karena seekor kucing yang ia sekap sampai meninggal, maka iapun masuk neraka (karenanya)…” (HR. Al-Bukhari).

BEBERAPA CATATAN

  • Cinta dan kasih sayang masuk dalam bab aqidah Al-Walaa’ Wal-Baraa’. Oleh karena itu, rasa cinta dan kasih sayang harus berpasangan dengan rasa benci dan permusuhan, dimana masing-masing memiliki wilayah dan alamatnya sendiri-sendiri, dan harus dipenuhi secara tepat dan proporsional, sehingga tidak timpang, atau salah alamat, atau saling menyeberang ke wilayah lain, atau apalagi sampai terbalik!
  • Hakekat cinta dan kasih sayang ada di dalam hati, karena ini memang termasuk amal hati. Adapun ekspresi dan pembuktiannya dalam tindak nyata, maka harus mengikuti ketentuan-ketentuan dan batasan-batasan hukum syariah.
  • Dasar cinta dan kasih sayang adalah cinta kepada Allah (mahabatullah), sedangkan yang lainnya adalah cabangnya. Oleh karena itu semua bentuk cinta dan kasih sayang harus sesuai dan mengikuti dasar cinta kepada Allah tersebut. Maka kesimpulannya adalah: Cinta kepada Allah dan kepada segala yang dicintai Allah serta semua sarana yang mengantarkan pada cinta kepada Allah.

Ditulis oleh : Ust. H. Ahmad Mudzoffar Jufri, MA. (Materi Islamic Short Course Menengah : PUSDA YDSF 2008)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: