Oleh: inoors | 10 Oktober 2009

Sebab Sebab Hak Waris (Faraidh 3)

A. SEBAB-SEBAB HAK WARIS

Ada 3 hal yang menjadi sebab munculnya hak waris menurut yang disepakati uang-dinar1oleh para Ulama’, yaitu :

1. Hubungan Nasab, bentuk hubungan ini ada tiga :

a. Ushuul, yaitu jamak dari ashl yang artinya Bapak dan Ibu, berikut yang diatas mereka, yaitu Kakek, Buyut dan seterusnya ( dari jalur laki-laki ), kakek dari ibu tidak termasuk di dalamnya

b. Furuu’, yaitu jamak dari far’, ialah Putra dan Putri dan yang dibawah mereka, seperti Cucu dan seterusnya ( yang dari jalur laki-laki ). Putra dari anak perempuan tidak termasuk di dalamnya

c. Hawaasyi, yaitu setiap yang punya hubungan nasab peranakan dari mayit, dari fihak bapaknya, atau setiap furuu’ dari ushuul mayit. Mereka termasuk saudara dan saudari mayit, anak-anak mereka, paman, bibi dan anak-anak mereka. serta setiap nasab kebawah

2. Hubungan Pernikahan, yaitu hubungan pernikahan yang sah, meskipun belum terjadi hubungan suami istri

3. Hubungan Walaa, yaitu kepemilikan hak waris yang penyebabnya adalah karena seseorang telah memerdekakan budaknya

B. HAL-HAL YANG MENGHALANGI HAK WARIS

Hal yang bisa menghalangi seseorang mendapatkan haknya sebagai pewaris adalah sebagai berikut :

1. Budak, Seseorang yang berstatus sebagai budak, tidak mempunyai hak untuk mewarisi sekalipun dari saudaranya, demikian juga sebaliknya, sebab segala sesuatu yang dimiliki seorang budak secara langsung menjadi milik tuannya.

2. Pembunuhan, seorang yang membunuh fihak yang akan mewariskan, tidak berhak mendapatkan warisan, Rasulullah saw bersabda :

ليس للقاتل من الميراث شيء

Artinya : “ Tidak ada hak waris sedikitpun bagi si pembunuh “ ( HR. Nasai dan Daru Quthni )

3. Perbedaan Agama, Seorang Muslim tidak dapat mewarisi ataupun diwarisi oleh non Muslim, sebagaimana sabda Rasulullah saw :

لا يرث المسلم الكافر و لا يرث الكافر المسلم

Artinya : “ Orang Muslim tidak mewarisi orang kafir dan orang kafir tidak mewarisi orang muslim “ ( HR. Jama’ah kecuali Nasai )

C. RUKUN DAN SYARAT SAHNYA PEWARISAN

1. Rukun waris

a. Pewaris, yaitu orang yang meninggal dunia atau yang diangap telah meninggal dunia

b. Ahli waris, yaitu yang berhak untuk menerima harta peninggalan mayit

c. Harta warisan, yaitu segala jenis benda atau kepemilikan yang ditinggalkan mayit

2. Syarat-syarat pewarisan

a. Meninggalnya seseorang, baik secara hakiki maupun secara hukum

b. Adanya ahli waris yang hidup secara hakiki pada waktu pewaris meninggal dunia

c. Tidak adanya halangan yang menghalangi pewarisan

(Ust. H. Agung Cahyadi, MA.)

About these ads

Responses

  1. ya tulisan nya bagus, tapi lebih bagus lagi diterangkan lebih rinci tentang sebab2 mendapatkan warisan dan diberi dalil2 dari al-qur’an atau hadis


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: